METODE PONDASI TIKAR DAN PANCANG GALAM
UNTUK BANGUNAN TANAH RAWA
Muhamad Nahrowi
Jurusan
Teknik Sipil Politeknik Negeri Samarinda
Jalan.Ciptomangunkusumo,Samarinda,KalimantanTimur75131,Telp.(0541)26053
Abstrak
Cepatnya
perkembangan dan kemajuan pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur, dapat
dilihat banyak sekali bangunan didirikan dimana-mana dengan tipe dan ukuran
yang berbeda–beda pula.Dalam perkembangan tersebut terdapat kendala yang timbul
sejalan dengan kemajuan zaman seperti lahan kosong untuk membangun yang semakin
sedikit, bahan bangunan yang digunakan untuk membangun semakin mahal,serta
lahan di Kalimantan Timur yang kebanyakan tidak didukung dengan daya dukung
tanah yang baik seperti tanah rawa sehingga ditakutkan akan terjadi penurunan bangunan
yang tidak stabil apabila membangun diatas tanah tersebut.Melihat hal tersebut maka
dicoba untuk membuat inovasi terbaru menggunakan pondasi tikar dan galam untuk
membangun sebuah bangunan dengan mengusung metode tepat guna agar
kendala–kendala yang terjadi dapat diatasi dengan cara yang lebih
mudah,murah,berwawasan lingkungan,namun tetap kuat dan aman.Penggunaan pondasi
ini juga bertujuan untuk memanfaatkan potensi alam daerah yang kurang
dimaksimalkan pemanfaatannya.Proses perencanaan pondasi tikar dan galam
dilakukan dengan mencari parameter daya dukung tanah rawa terlebih
dahulu,kemudian menghitung daya dukung tiang pancang grup galam diameter10
sentimeter dan jumlahbatang galam yang dibutuhkan menggunakan metode efisiensi
pancang grup Labarre dengan distribusi beban melalui pondasi tikar yang sudah
didesain sesuai kebutuhan dan beban pondasi diasumsikan adalah 484,267 ton.Setelah
didapatkanjumlah tiang pancang dan ukuran yang dibutuhkan barulah dilakukan
pemancangan dan perakitan pondasi dengan syarat pancang galam tidak perlu
dikupas kulitnya,maka didapatlah pondasi bangunan yang murah dan lebih efisien
didaerah rawa yang memiliki daya dukung rendah dan kedalam tanh keras yang
cukup dalam.
Kata
kunci :galam, pondasi tikar dan daya dukung
METHODE MAT FOUNDATION AND GALAM
PILE FOR BUILDING ON MARSHLAND
Muhamad Nahrowi
Civil
Engineering Polytechnic State of Samarinda
Ciptomangunkusumostreet,Samarinda,KalimantanTimur75131,Telp.(0541)26053
Abstract
The rapid development and progress of infrastructure
development in East Kalimantan , can be seen a lot of buildings erected
everywhere with the type and size of different too.These developments there are
obstacles that arise in line with the progress of time as vacant land to build
a growing slightly , material buildings used to build the more expensive , as
well as land in East Kalimantan are mostly not supported by good soil bearing
capacity as swamp land so that it feared would decline if the building is not
stable on the ground.Look it that then try to make the latest innovations using
a mat foundation and Galam to construct a building with appropriate methods in
order to carry constraints that occur can be addressed in a way that is easier
, cheaper, environmentally sound , but still strong and safety.Using foundation
also aims to harness the potential of the region's natural less maximized used.Process
foundation mat and Galam planning is done by searching the marshland carrying
capacity parameters first, and then calculate the bearing capacity of pile
group diameter10 centimeters Galam and Galam stenm quantity required efficiency
using Labarre group with a stake through the foundation load distribution mats
that have been designed according to the need and the foundation load is
assumed to 484.267 ton.Nextcan have quantity pile and then do the required size
of the erection and assembly of the foundation on the condition does not need
to stake Galam peeled , then have can foundation building cheaper and more
efficient marsh area that has a low carrying capacity and into the tanh hard
enough .
Keywords :Bearing Capacity,Galam,Mat
foundation
PENDAHULUAN
Mengingat cepatnya perkembangan dan
kemajuan pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur, dapat dilihat banyak
sekali bangunan gedung didirikan dimana-mana dengan tipe dan ukuran yang
berbeda–beda pula. Dalam perkembangan tersebut terdapat kendala-kendala yang
timbul sejalan dengan kemajuan zaman seperti lahan kosong untuk membangun yang
semakin sedikit, bahan bangunan untuk membangun yang semakin mahal serta lahan
di Kalimantan Timur yang kebanyakan tidak didukung dengan daya dukung tanah
yang baik sehingga diperlukan biaya yang banyak untuk memperbaiki kualitas daya
dukung tanah agar tidak terjadi penurunan yang besar dan tidak merata
yang nantinya dapat mempengaruhi struktur bangunan.
Melihat hal tersebut maka dicoba untuk membuat inovasi terbaru dengan
mengusung metode tepat guna agar kendala–kendala yang terjadi dapat diatasi
dengan cara yang lebih mudah, murah namun tetap kuat dan aman serta
memperhitungkan dampaknya bagi lingkungan yang akan dilakukan pembangunan agar
tidak rusak.
Dalam
inovasi ini, selain memperhatikan kekuatan dan ketahanan sebuah struktur
bangunan,kami juga memanfaatkan potensi–potensi daerah. inovasi pertama
rancangan pondasi dibuat dengan pondasi tikar (mat foundation)dengan tambahan tanah laterid dan inovasi kedua
tiang pancang yang direncanakan menggunakan kayu galam.Penggunaan kayu galam
didasarkan pada pemanfaatannya yang hanya sebagai kayu perancanh yang setelah
digunakan beberapa kali akan dibuang begitu saja ,oleh karena itu dimanfaatkan
untuk struktur dengan perhitungan dan perencanaan yang matang agar menjadi pengganti
bahan yang sudah ada, dan juga menggunakan pondasi tikar lebih ekonomis karena
menghemat biaya penggalian dan penulangan beton serta pemakaian pancang galam
yang lebih murah dan efisien namun mampu menjaga kestabilan penurunan pondasi
ditambah tanah laterid dipilih untuk
campuran beton agar potensi daerah Kalimantan Timur untuk tanah laterid
terangkat dan juga beton kombinasi kerikil dengan tanah laterid sudah teruji
kuat tekannya (hasil penelitian Kuat Tekan Beton Mutu Tepat Oleh
Muhamadnahrowi,Reza Delizar dan Abdul Karim Sidik dari SMK Negeri 2 Samarinda). Jenis pondasi tikarini juga telah digunakan di
Gedung Lane Flats , London , yang lahannya berupa tanah rawa.(Sumber: Theory and Practice of Foundation Design,
N.N Som and S.C Das, hal: 176)Harapannya, dengan menggunakan pondasi
pancang kayu galam dapat membuat potensi alam yang belum dimaksimalkan menjadi
lebih termaksimalkan dan dapat menjadi alternatif baru dalam solusi membuat
sebuah bangunan.
MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari
karya ilmiah ini adalah membuat bangunan dengan menggunakan metode mat foundationlaterid danpancang galam
yang lebih ramah lingkungan, murah serta lebih mengedepankan potensi daerah
Kalimantan Timur.
Tujuan yang ingin
dicapai adalah sebagai berikut :
1. Agar
biaya konstruksi lebih murah.
2. Pemanfaatan
potensi daerah lebih tergali lagi.
3. Agar
dalam proses pembangunan lebih bersifat inovasi dan ramah lingkungan.
4. Agar
lahan rawa dapat digunakan untuk lahan pembangunan yang tidak membahayakan.
METODOLOGI
Pada
perencanaan bangunan di atas tanah rawa dengan kedalaman tanah keras sekitar 4
meter dari hasil pengujian sondir ini digunakan pondasi tikar (mat
foundation) dimana memanfaatkan luasan pondasi untuk menyebarkan beban
kolom menjadi distribusi tekanan yang lebih seragam dan lebih kecil sehingga
tanah rawa yang memiliki daya dukung tanah yang rendah mampu menopangnya serta
untuk mengantisipasi kestabilan penurunan pondasi diberi pancang galam.Untuk
menentukan jumlah pancang galam yang dibutuhkan, maka dihitung dengan metode
efisiensi tiang pancang grup laberre yang membuat diketahuinya daya dukung dari
kelompok tiang pancang dan perletakan pemancangan tiang.Perhitungan kuat kayu
galam digunakan pedoman PKKI 1961 dengan faktor pengali 0,75 dan faktor
tegangan 2/3 serta 5/4 agar didapatkan safety
factortiang pancang yang besar dan aman untuk menahan beban bangunan yang
telah dihitung sekitar 484,267 ton.
Perbandingan
yang digunakan untuk beton campuran laterid adalah sebagai berikut (hasil
penelitian SMK Negeri 2 Samarinda,Muhamad Nahrowi,Reza Delizar,Abdul Karim
Sidik) :
1. Perhitungan
yang digunakan adalah untuk benda uji kubus 15x15x15 cmUntuk satu benda uji
kubus dengan perbandingan volume campuran 1:2:3 untuksemen , pasir Mahakam dan
kerikil didapat kuat tekan ± 275 MPa (pengujian dilakukan di Laboratorium PU
tahun 2011)
2. Untuk
satu benda uji kubus dengan perbandingan volume 1 : 2: 1,5 : 1,5 untuk semen, pasir Mahakam,laterid dan
kerikil didapat kuat tekan ± 250 MPa dengan pencampuran yang sesuai peraturan
struktur beton untuk bangunan gedung.
3. Dari
pengujian tersebut dapat disimpulkan dengan campuran tanah laterid dapat
menghasilkan kuat tekan beton yang mendekati kuat tekan beton yang terbuat dari
campuran kerikil.
4. Dari
perhitungan beda harga (harga sesuai dengan standar yang ditentukan dinas PU)
dengan menggunakan tanah laterid untuk beton
dapat menghemat biaya hingga 40 % dari harga pembuatan beton biasa.
Metode
pelaksanaan menggunakan mat foundation dalam pelaksanaannya tidak perlu
menggali tanah dalam volume besar seperti pondasi lainnya yang harus digali
dengan volume yang besar, karena di matfoundation
hanya digali pada bagian tertentu saja,secara otomatis tidak merusak ekosistem
yang ada terlalu besar.Dalam pelaksanaan pematangan tanah hanya di beri tanah
urug dicampur tanah laterid agar permukaan tanah rata,sedangkan pelaksanaan pancang
kayu galam dilakukan dengan metode manual yang tidak menggunakan mesin sehingga
mengurangi kebisingan saat pelaksanaan dan mengurangi polusi udara karena tidak
menggunakan mesin yang dapat menimbulkan asap pada saat pengoprasian.Pada saat
pemancangan galam,kulit dari galam tidak dikupas agar sesuai dengan keadaan
aslinya dilapangan pada saat berada didalam tanah dan dapat menjadi kekuatan
gesek pancang galam itu sendiri.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam
mengkaji desain dan perhitungan yang direncanakan,dilakukan percobaan
dilapangan dan pemodelan menggunakan
SAP2000 untuk mengkaji kekuatan dari struktur pondasi yang direncanakan
sehingga didapatkan hasil bahwa dengan menggunakan pondasi tikar dan pancang
galam dapat menahan beban bangunan yang sudah direncanakan dengan menggunakan
prinsip luas penampang pondasi tikar dan kekuatan frictiondari batang galam itu sendiri,karena dengan luasan pondasi
tikar yang meliputi keseluruhan bangunan maka beban yang biasanya terpusat pada
satu titik pondasi akan disebarkan keseluruh luasan pondasi yang mengakibatkan
beban yang harus diterima pancang galam dan tanah semakin sedikit,perhitungan
yang dilakukan menggunakan rumus P =(qc*Ap)/3 + (JHL*L)/5 dan juga penentuan jarak tiang digunakan
rumusuntuk ujung tiang tidak mencapai
tanah keras maka jarak tiang minimum ≥ 2 kali diameter tiang atau 2 kali
diagonal tampang tiang.Keuntungan dari pendistribusian beban
yang merata dan kecil tersebut maka tanah rawa yang memiliki daya dukung yang
kecil mampu menahan beban bangunan sebesar itu tanpa terjadi penurunan yang
ekstrim.
KESIMPULAN
Hasil
dari perencanaan dan pengujian pembuatan pondasi tikar dengan pancang galam di
tanah rawa dengan kedalam 4 meter dan daya dukung end bearing yang kecil, didapatkan kesimpulan bahwa pondasi mampu
menahan beban bangunan tersebut dengan biaya operasional yang lebih irit dan
mudah dalam pengerjaannya.Untuk kayu galam tidak perlu dilakukan perlakuan
khusus ,namun hanya saja tidak perlu dikupas kulitnya agar didapatkan hasil friction yang dapat menaikan nilai daya
dukung pancang.
Bangunan gedung yang direncanakan ini
sangat cocok untuk kondisi sosial
Kalimantan Timur dimana sedang dalam masa program pembangunan
infrastruktur sehingga bangunan ini dapat mendukung program
tersebut.inovasitanah laterid ini dapat membuka lapangan kerja baru bagi
penduduk yang memiliki lahan tanah laterid untuk diolah dan dipasarkan sehingga
tanah laterid tidak hanya untuk urugan jalan tapi bernilai jual yang tinggi
untuk pekerjaan bangunan.
Dengan
metode perencanaan bangunan yang dibuat ini, pemanfaatan lahan rawa yang
sebagian besar terdapat di Kalimantan Timur dapat terealisasi dengan cepat.
UCAPAN TERIMA KASIH
1.Bapak
Ir.H.Ibayasid,M.Sc. Selaku Direktur Politeknik Negeri Samarinda.
2.Panitia penyelenggara
penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda yang telah
memberikan kesempatan kepada mahasiswa
untuk menuangkan ide mahasiswa ke dalam penulisan karya ilmiah.
3.Ibu Kukuh
Prihatin,ST.MT. Selaku dosen pembimbing penuisan karya ilmiah.
4.Teman-teman yang
telah membantu memberikan masukan dan literatur yang dibutuhkan dalam karya
ilmiah ini.
5.Tim dari SMK Negeri 2
Samarinda tahun 2011 yang telah memberikan referensi hasil karya ilmiahnya untuk
dibuat sebagai literature dalam penulisan karya ilmiah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Das, Braja M., Principles of Foundation
Engineering, 2nd Edition, PWS-KENT
Publishing Company, Massachussets, 1990.
Soetjipto.Prawiroharjo,Ismoyo.KonstruksiBeton 1, P.T.Gaya Tunggal,Jakarta, 1978.
Salmon, Charles G., dan Wang, Chu-Kia,
Reinforced Concrete Design, 6th Edition, John Wiley & Sons, Inc., Singapore, 1998.
SKSNI 03 2847-2002., Tata
Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, Badan Standarisasi Nasional., Jakarta, 2002.
Tim Penelitian SMK Negeri 2
Samarinda, Perancangan Beton Mutu Tepat,SMK Negeri 2 Samarinda Jurusan
Konstruksi Beton,Samarinda,2011.
kak kayu galam dijadikan kolom gazebo kuat aja kah?
BalasHapus